Manado Menangis

Standar

Walikota Manado saat memantau proses evakuasi jenazah korban tanah longsor Bumi Nyiur, Kamis Dini Hari (30/8)

Rumah Berlantai Dua lenyap diterjang Tanah Longsor, sedangkan Rumah yang diatas dalam kondisi mengkhawatirkan

Jenazah Grace Kaat terbujur kaku ditangisi sanak saudara. Rencananya jenazah korban tanah longsor ini akan dimakamkan hari ini (30/8) di Sonder Minahasa.

Naideki Tabuni,satu-satunya Korban Selamat dalam Tragedi Bumi Nyiur

Manado Kembali Berduka. Hujan deras yang menyapu Manado dari Siang hingga Malam hari (29/8) kemarin, menyisakan bencana di beberapa titik di Kota Manado. Kecamatan Sario adalah yang paling parah kerusakannya. Di kelurahan Sario, 45 rumah tergenang air, Di Sario Tumpaan 50 rumah juga digenangi air setinggi 30cm, begitupun di Sario Utara 49 KK juga merasakan nasib serupa.Titiwungen Selatan juga tak luput dari bencana, 18 rumah juga tergenang air begitupun juga di Kecamatan Wanea tercatat 20 KK rumahnya terendam banjir. Walikota Manado, DR. GS Vicky Lumentut yang melakukan pemantauan sejak siang hari disaat hujan deras masih menyapu Manado terus memperingatkan warga untuk menjauh dari lereng-lereng dan daerah aliran sungai yang bisa mendatangkan malapetaka dalam sekejap. Disaat Walikota Manado masih berpatroli keliling kota, diterima informasi ada kejadian longsor di Bumi Nyiur, Walikota-pun bersama jajaran langsung meluncur ke lokasi bencana di Bumi Nyiur Lingk IV. Tiba dilokasi, kejadian memiriskan tersaji didepan mata. Rumah Panggung Berlantai dua telah rata dengan tanah.Walikota pun langsung memerintahkan mendatangkan alat-alat berat dari Dinas PU Kota Manado untuk membersihkan puing-puing dan mencari korban yang diduga berjumlah tiga orang terjebak didalamnya.Setelah bekerja ekstra keras akhirnya sekitar pukul 03.00 dinihari ditemukan satu korban berjenis kelamin perempuan bernama Grace Kaat, umur 45 tahun yang diketahui juga adalah pemilik rumah tersebut. Korban ditemukan tak bernyawa dibagian belakang rumah. Diketahui rumah tersebut juga difungsikan sebagai rumah kos dan yang tinggal dirumah tersebut berjumlah 9 orang. Namun beruntung saat kejadian semua penghuni kos sedang berada diluar. Walikota Manado hingga dini hari dengan setia mendampingi proses pencarian dan mengantar korban yang ditemukan hingga ke Rumah Sakit. Pada hari ini (30/8) proses evakuasi kembali dilanjutkan dan membuahkan hasil. Dua korban kembali ditemukan dibagian belakang rumah. Kedua korban yang berjenis kelamin laki-laki ini bernama Audy Lumenon yang kebetulan saat kejadian sedang bertamu dirumah pemilik rumah dan Ongen Naitubesi yang diketahui adalah buruh bangunan yang tinggal dirumah tersebut. Nasib yang baik dialami oleh Naideki Tabuni, warga Papua yang tinggal dirumah tersebut.Pada detik-detik menjelang maut mengintai rumah itu, Naideki meminta izin kepada tuan rumah untuk membeli rokok di didepan rumah naas tersebut.Baru beberapa langkah akan balik ke rumah suara gemuruh tanah longsor terdengar dan dalam sekejap rumah dua lantai itu lenyap bagai ditelan bumi. Ketika diwawancarai, Naideki yang tercatat sebagai mahasiswa UNSU Jurusan Pertanian ini masih kelihatan trauma atas kejadian tersebut. “Tuhan Yesus masih sayang pa kita“ujarnya bersyukur. Kejadian tanah longsor juga tercatat terjadi di Teling Atas dan Tanjung Batu Lingkungan IV.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s