Lumentut : Lurah dan Camat Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat

Standar

Pemerintah Kota Manado, Selasa 4 September 2012 mengadakan rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Kegiatan dibuka oleh Wakil Walikota, Harley Alfredo Benfica Mangindaan, SE, MSM; dengan moderator, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Obrien F. Mewengkang,SIP. Walikota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut seusai melaksanakan tugas lainnya bergabung bersama-sama. GSVL, sapaan Walikota dalam sambutannya menekankan kembali bahwa tahun 2012 adalah tahun disiplin, termasuk disiplin dalam menggunakan uniform dan atributnya. GSVL meminta Lurah dan Camat yang tidak menggunakan atribut sendiri. “Disiplin harus dimulai dari diri sendiri,” ujar GSVL,” Lurah dan Camat merupakan bagian terdepan dalam kerangka pelayanan masyarakat. Sampaikan informasi yang tepat dan benar kepada masyarakat. Bangun koordinasi antara sesama Lurah maupun Camat, terutama menyangkut peraturan perundang-undangan. Kalau Lurah dan Camat memiliki komunikasi yang baik dan dekat masyarakat, pasti masyarakat akan mudah diajak berpartisipasi.” GSVL menyampaikan pula bahwa tidak semua kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi oleh APBD, kebutuhan pembangunan lainnya dapat dipenuhi dengan partisipasi masyarakat. “Dorong partisipasi masyarakat membangun sesuai ketentuan. Jangan membangun Pos Kamling di tempat yang tidak sesuai ketentuan, misalnya di sungai. Larang pemangkasan pohon oleh PLN jika tidak ada petugas pendamping dari BLH dan Dinas Kebersihan dan Pertanaman, ” pesan GSVL . Rakor diikuti oleh peserta dengan penuh antusias. Dua puluh lebih pertanyaan diajukan oleh para Lurah dan Camat; sekitar 90 % lebih pertanyaan ditujukan kepada kepala kantor BPN Manado, Ronny Woruntu, SH, yaitu menyangkut masalah tanah. Hal lainnya yang ditanyakan oleh peserta Rakor adalah e-KTP. Materi selain dari BPN juga disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Helmy Bachdar tentang konversi mitan ke gas. Materi tentang kebersihan disampaikan oleh Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Manado Julises Oehlers; e-KTP oleh Ventje Pontoh; ijin bilboard dan reklame disampaikan oleh Amos Kenda; kantor lurah Taas yang tanahnya bermasalah dan galian-galian pada sejumlah ruas jalan tidak ada ijin dari PU, ujar Ferry Siwi. Kadis Sosial, Frans Mawitjere,SH tentang PBL ; BP2T tentang perizinan; J. Waworuntu tentang selter dan “polisi tidur“; Drs. J. Tampi tentang keamanan; dan materi yang tak kalah pentingnya disampaikan oleh kepala BLH, Drs.J.Pangkerego, yang meminta bantuan para Lurah dan Camat agar menghentikan pemangkasan pohon yang dilakukan oleh PLN yang tidak sesuai ketentuan.”Pemangkasan pohon oleh PLN tidak dikoordinasikan dengan Pemkot. PLN menyerahkan pemangkasan ke pihak ketiga. Pemangkasan tidak estetik dan cenderung menggunduli pohon. Lurah dan Camat agar menghentikan jika terjadi pemangkasan pohon oleh PLN, sebab yang dilakukan bukan lagi pemangkasan, tapi pemotongan,” ujar Drs. Josua Pangkerego.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s