Trio Pimpinan Pemkot Membaur Bersama Ribuan Warga Bantik

Standar

Walikota Manado, Dr. GS. Vicky Lumentut bersama Wakil Walikota, Harley Alfredo Benfica Mangindaan, SE, MSM dan Sekda, Ir. MHF. Sendoh, Rabu 5 September 2012 menghadiri Festival Seni Budaya Bantik 2012 dan peringatan gugurnya Pahlawan Nasional, Robert Wolter Mongisidi ke-63 tahun, bertempat di lapangan  Bantik Malalayang. Di depan dan belakang panggung tertera tulisan H H H yang merupakan kependekan dari kata: Hinggilirdang, Hintakinang, dan Hintalrunang yang artinya baku-baku sayang, baku-baku tolong, dan baku-baku bae. Walikota Manado, Dr. GS. Vicky Lumentut dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu konten atau isi Visi kota Manado adalah mengembangkan seni budaya. “Semangat, perjuangan, keberanian dan kecintaan terhadap tanah air dari Robert Wolter Mongisidi adalah nilai-nilai yang penting yang perlu diingat terutama oleh generasi muda. Dulu pahlawan berjuang secara fisik. Sekarang perjuangan kita adalah untuk membebaskan diri dalam pengertian yang lebih luas, antara lain berjuang membebaskan diri dari kebodohan,” ujar GSVL, sapaan Walikota. Menurut salah satu panitia, Robert “Bote”Wolter Mongisidi merupakan anak ke-4 dari pasangan Petrus Mongisidi dan Lina Suawa. Sebelum ditembak mati, Bote minta didoakan dan minta dibacakan salah satu ayat pada Mazmur 23 yang berbunyi: “Tuhan adalah gembalaku, sekalipun aku berjalan dibawa bayang-bayang maut, aku tidak akan takut dan gentar sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang menghiburku.” Kemudian delapan butir peluru mengoyak tubuh putra bantik ini.Menurutnya salah satu kata bijak yang pernah diucapkan oleh Bote adalah, ” Jangan takut melihat masa yang akan datang, saya telah membersihkan jalan bagi kalian, meskipun belum semua tenaga saya berikan.” Warga Suku Bantik yang hadir berasal dari 11 desa/wilayah, yaitu Singkil, Bailang, Bengkol, Minanga, Tanamon (Minsel), Sumoit (Bolmong), Buha, Talawaan, Kalasey, Meras dan Molas. Turut hadir tamu kehormatan artis Roy Marthen yang beberap tahun lalu memerankan film Tapak-Tapak Kaki Robert Wolter Mongisidi.Pejabat lainnya yang turut hadir M. Onibala mewakili gubernur, Dandim 1309 Manado, Yudianto Putrajaya, Wakapolresta Manado AKBP. Jackson Lapalonga, TNI-Polri dan tua-tua adat masyarakat Bantik. Atraksi seni budaya yang ditampilkan antara lain Mahambak Bantik, Upasa/Kabasaran anak-anak, Tentengkoren Madendang, Poposadeng Mamantasa, dan Matibe sebagai ungkapan syukur mengenang Robert Wolter Mongisidi yang terkenal dengan ungkapan ” Setia hingga akhir di dalam keyakinan”.-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s