Walikota Hadiri Kawin Massal di Kairagi

Standar

Walikota Manado, Dr. G S. Vicky Lumentut SH, M.Si, DEA, Jumat 5 Oktober 2012 menghadiri kawin masal di jemaat GMIM “Solagratia” Kaiwatu, Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget. Jumlah pengantin 14 pasangan suami istri. Rata-rata usia pasangan pengantin sekitar 20 sampai 53 tahun lebih. Vicky, sapaan akrab Walikota pilihan rakyat yang merakyat ini dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Jemaat GMIM Solagratia Kaiwatu yang telah memprogramkan pelayanan kepada jemaat melalui perkawinan masal. Lebih lanjut disampaikan Vicky bahwa kewajiban suami adalah melindungi istri dan memberikan segala keperluan hidup sesuai kemampuan, dan kewajiban istri adalah mengatur rumah tangga dengan sebaik-baiknya; sedangkan hak suami dan istri sama, baik dalam kehidupan rumah tangga maupun dalam kehidupan bermasyarakat. “Bangunlah rumah tangga dalam prinsip kerukunan, saling menjaga, melindungi dan saling berkomunikasi satu sama lain. Empat belas pasutri ini hendaknya menjadi kekuatan baru menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan. Di mana ada kehidupan yang rukun di sana berkat Tuhan akan mengalir,” pesan Vicky, sapaan famiar Walikota. “Ini didasarkan peraturan peraturan perundang-undangan Nomor 1 tahun 1974 tentang pernikahan dan peratuan perndukung lainnya. Saya berharap ikatan nikah ini resmi menurut peraturan perundang-undangan, untuk membentuk keluarga yang kekal berdasarkan ketuhanan yang maha esa,” tegasnya.Lanjutnya, setelah diteguhkan dan disahkan dalam pernikahan yang khudus sesuai dengan paraturan perundang-undangan yang berlaku, maka kedudukan antara pasutri sudah sama.“Suami harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan dalam. Dan pernikahan ini di bangun untuk menuju kelurga yang bahagia dan sejahtera. Sehingga telah sah menjadi suami dan istri dengan kewajiban dan hak yang ada di dalamnya,” katanya.Untuk itu Ketua APEKSI ini berpesan agar jalinan pernikahan yang sudah sah berdasarkan agama dan undang-undangg itu dapat dipelihara guna menjadikan keluarga yang langgeng hingga maut yang memisahkan.“Dipelihara dan di jaga agar menjadi rumah tangga yang langgeng sampai kapan maut memisahkan. Juga sekali ini saja dilakukan pencatatan, jangan dijadikan permainan kalau tidak cocok ganti dan kawin masal lagi. ” kuncinya.Ibadah pemberkatan nikah dipimpin oleh Pdt. Sofietje Manapa-Lakoy, S.Th. Dalam khotbahnya Pdt. Manapa, S.Th mengatakan agar 14 pasutri menghadirkan Tuhan dalam menghadapi setiap permasalahan dalam perkawinan, sehingga dapat menjadi suami istri yang bahagia dan saling mengasihi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s